BBM Premium Di Sapudi Melonjak 13 Ribu, Pemuda Akan Turun Aksi Jika Masih Tak Direspon

BBM Premium Di Sapudi Melonjak 13 Ribu, Pemuda Akan Turun Aksi Jika Masih Tak Direspon
Ilustrasi Gambar Bensin Eceran (Pulau Sapudi)

SUMENEP -   Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berjenis peremium di Kepulauan Sapudi Kabupaten Sumenep Jawa Timur melonjak naik hingga mencapai 13.000 Rupiah /liter.

Dilansir dari postingan Ir-One di Grup Facebook Informasi Seputar Sapudi pada Tanggal 10 Oktober 2020, ia menanyakan terkait dengan besaran harga BBM jenis peremium di berbagai macam titik khususnya di Pulau Sapudi.

"Cek Harga BBM (Premium) apakah harganya sudah normal di sekitar rumah taretan tongghel dere sadeje,   daerah rokkorok dan kaladi masih 13 Ribu, " Ungkap di Postingan FB tersebut.

Dari komentar yang tercatat didalam postingannya, rata - rata menyebutkan harga yang sama khususnya bagi masyarakat yang saat ini masih berdiam diri di Pulau Sapudi.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Pergerakan Pemuda Peduli Sapudi (P3S), Salam menyampaikan sangat menyayangkan terhadap kejadian Mark Up harga BBM jenis premium hingga mencapai harga belasan ribu, menurutnya kasuistik tersebut sudah menjadi permainan  pemilik modal.

"Padahal didaratan bahkan di pulau tetangga harganya masih berkisar antara 9 sampai 10 ribu, untuk harga eceran, " Katanya. Minggu, (11/10/2020)

Lebih nahas lagi, selisih harga yang dicantumkan pada harga eceran, lebih tinggi sekitar 3.000 rupiah dibandingkan dengan Pulau Raas.

"Padahal sudah jelas, secara geografis Pulau Raas lebih jauh dari pada Pulau Sapudi, dan biaya transportasinya juga lebih mahal " Imbuhnya.

Selanjutnya, Pria yang kerap dipanggil Kempul  tersebut, menekan Forum Pimpinan Kecamatan Gayam dan Nonggunong, agar menyisirr permainan harga yang dilakukan oleh oknum-oknum, karena menurutnya melonjaknya harga BBM ditengah pandemi covid-19 ini sangat tidak wajar.

"Masyarakat sudah dilanda dengan pandemi covid-19, malah ditambah dengan tingginya harga BBM, ini kan nambah masalah baru, ada apa sebenarnya?, " Tanyanya.

Tidak hanya itu, Salam Juga menanyakan bagaimana kinerja pemerintah setempat, terkait dengan adanya kasus seperti ini.

Bahkan menurutnya,   dilansir dari pemberitaan yang dipublish oleh lensanusantara.co.id, pada tanggal 08 Oktober 2020, Camat Gayam akan berkoordinasi dengan forum pimpinan Kecamatan Gayam, termasuk Polsek, Danramil,   untuk dilakukan penstabilan harga dan akan melakukan penyisiran ke bawah.

"Terhitung sejak tanggal 8 sampai sekarang, sudah sekitar 4 hari berjalan, namun masih tidak membuat harga BBM turun, sebenarnya ini sudah disisir apa belum, " Ungkapnya.

Salam meminta, jika memang belum dilakukan penyisiran, ia berharap agar dilakukan secepatnya, karena jika dibiarkan berlarut, hawatir akan berpengaruh terhadap harga-harga kebutuhan lainnya.

Ia juga menegaskan terhadap pemerintah Kabupaten,   agar Pulau Sapudi menjadi perhatian khusus, terutama pengawasan terhadap BBM bersubsidi yang didistribusikan pada kepulauan. Karena menurutnya,   sudah acapkali Sapudi menjadi lahan basah permainan harga BBM bagi oknum terkait.

"Jangan karena saat ini disibukkan dengan urusan partai, menyambut momentum pilkada 2020,   sehingga para Wakil Rakyat Dapil 7  lupa akan kesejahteraan rakyat sapudi yang saat ini sedang menjerit mahalnya harga BBM, " Tegasnya.

Ia juga berpesan,   jika dalam waktu dekat tidak ada respon positif dari pemerintah terkait, Salam akan mengintruksikan pada anggotanya untuk turun jalan melakukan aksi.

"Jika terhitung sejak tanggal sekarang sampai satu minggu kedepan, masih tidak mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, jangan salahkan kami generasi muda jika harus turun jalan melakukan aksi dengan massa yang banyak, " Pungkasnya. (QQ)

Sumenep BBM Sapudi Pemuda
Hasan

Hasan

Sepasang Remaja Terciduk Lakukan Tindak Asusila Di Area Parkir Balai Desa Next Article

Sepasang Remaja Terciduk Lakukan Tindak Asusila Di...

Related Posts