Pasar Tradisional di Gayam Sumenep Disfungsi, APBD Miliyaran Rupiah Melayang

Pasar Tradisional di Gayam Sumenep Disfungsi, APBD Miliyaran Rupiah Melayang
Pasar Tradisional Tarebung APBD 1,7 Miliyar di Pulau Sapudi Sumenep (Foto : Kiki)

SUMENEP - Pasar Tradisional di Desa Tarebung Kecamatan Gayam Sumenep Madura,   yang di bangun pada Tahun 2018 - 2019 sampai saat ini masih tidak difungsikan.

Informasi yang dihimpun oleh tim media indonesia satu, pasar yang berdempetan dengan Pelabuhan Tarebung itu hanya menjadi tempat ternak liar.

Bahkan, sebagian bangunan sudah ada yang ditumbuhi tanaman liar  dan sebagian juga ada yang rusak.

Pasar tersebut dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Pembelanjaan Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep dengan menghabiskan Dana Sekitar 1.7 Miliyar Rupiah.

Sebelumnya, pasar tersebut sudah mapan berdiri pada tahun 2019, namun baru diresmikan oleh  Wakil Bupati Sumenep pada tanggal 17 Februari 2020, yang pada saat itu masih dijabat oleh  Ach Fauzi.

Turut ikut serta pada acara peresmian waktu itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarkat dan Desa, Kabag Hukum, dan Kabag Humas Kabupaten Sumenep,

Menurut salah satau pemilik toko, Habibullah mengatakan, setelah pasar itu diresmikkan,   dia mengaku sempat  berjalan selama satu bulanan.

"Ia pada waktu itu hanya sempat berjalan selama satu bulanan, setelah itu beberapa toko ditutup dan tidak difungsikan lagi, " ujarnya,   Rabu, (25/08/2021).

Selanjutnya Habib menyampaikan, pasar tersebut pada awalnya ditentukan setiap hari senin,   kemudian berubah pada hari minggu.

Meski harinya kerap dirubah, kata dia,   belum bisa menarik pengunjung pasar.   "Awalnya banyak pengunjung, namun secara perlahan setiap minggunya semakin merosot, " imbuhnya.

Habib menilai,   disfungsi pasar tersebut terjadi akibat  tidak adanya ketegasan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep. Menurut dia, seharusnya Disperindag membentuk pengelola atau penangung jawab dibawah sehingga pasar tersebut bisa dimanage dengan baik.

" Itu saja pengelolanya tidak jelas yang ditunjuk dibawah siapa, dibilang dari desa tapi tidak ada MoU dari Disperindag ke Desa, ". ujar Pria yang juga menjabat Ketua BPD Tarebung itu.

Habib mengaku,   dirinya sebagai  BPD di Desa Tarebung awalnya  ingin membentuk panitia pengelola pasar,   sebab kata dia  tanah yang digunakan adalah Tanah Kas Desa (TKD),   sedangkan proyeknya dari APBD Kabupaten.

" Rencana dari desa memang  mau membuat panitia pengelola, tapi setelah berjalan takutnya nanti malah diakuisisi oleh Disperindag, " jelasnya.

Merespon hal tersebut,   Aktivis Pemuda Sapudi,   Misbahul Munir mengatakan, hal itu butuh tindakan serius dari Disperindag Sumenep. Sebab menurut dia,   jangan dibiarkan anggaran negara  miliyaran rupiah melayang secara cuma - cuma.

"Kalau Disperindag tidak segera membentuk tim pengelola pasar di bawah,   sejatinya pasar tersebut akan terus demikian dan hancur hanya tinggal nama, " katanya.

Selanjutnya,   Misbah juga meminta perhatian khusus dari pihak Kabupaten, karena baginya pembangunan yang dibuat menggunakan anggaran APBD  harusnya difikirkan secara jangka panjang kedepan.

"Saya berharap adanya pembangunan pasar oleh Pemkab, bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan  terus difikirkan bagaimana pengelolaannya,   bukan ditinggalkan begitu saja, " tegasnya.

Terpisah, pada saat Kadisperindag Sumenep dihubungi melalui telephonenya, Agus Dwi Saputra  mengaku, bahwa  pengelola pasar tersebut memang dari pihak Disperindag.

Namun, saat hendak menanyakan tentang tindak lanjut pasar dan polemik yang terjadi, Agus menyarankan untuk langsung menghubungi  Kabid Perdagangan Disperindag Sumenep, Ardiyansyah Ali Shochibi.

" Coba samean langsung hubungin kabid perdagangan, " ucapnya.

Sementara Kabid Perdagangan, pada saat ditelpon oleh tim media, dirinya  justru mengailihkan panggilannya. Bahkan, saat dihubungi melalui pesan whatsappnya, dia hanya membalas dengan singkat dan tidak memberikan penjelasan. (qq)

Pasar Sapudi Disperindag Gayam Sumenep
Hasan Al Hakiki

Hasan Al Hakiki

Previous Article

Camat Batang - Batang Mundur dari Jabatannya,...

Next Article

Polemik Pasar Tarebung Pulau Sapudi, Ini...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Afrizal

Afrizal verified

Postingan Bulan ini: 391

Postingan Tahun ini: 986

Registered: Jan 24, 2021

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 275

Postingan Tahun ini: 2169

Registered: Feb 19, 2021

Herman Djide. B

Herman Djide. B verified

Postingan Bulan ini: 273

Postingan Tahun ini: 2191

Registered: Sep 22, 2020

Agung widodo

Agung widodo

Postingan Bulan ini: 230

Postingan Tahun ini: 454

Registered: Jun 16, 2021

Profle

Joni Hermanto

Takut Muatan Terbalik. Supir Truk Tambal Lubang Jalan Dengan Uang Pribadi
18 Laptop SMPN 2 Panti Raib Dicuri, Sat Reskrim Polres Pasaman Ringkus Tersangka
Ini Dia Inseminator Terbaik di Tolo Bakal Mewakili Jeneponto ke Jakarta
Kadis Pendidikan Pangkep Sabrun: Semua Guru Honorer Berpeluang Jadi P3K 2021

Follow Us

Recommended Posts

Tecnical Meeting Lomba Lukis Kodim Tipe A 0831/Surabaya Timur
Koramil 0824/08 Mayang Bersama Aparat Terkait Lakukan Patroli Pengawasan Prokes, Cegah Sebaran Covid 19
Korem 084/BJ Gelar Pembinaan Kerukunan Antar Umat Beragama Sebagai Ajang Tali Silahturahmi
Koramil 0824/19 Umbulsari Dukung Vaksinasi Terhadap ODGJ
Edi Leksmana Ketua RSDP Kediri Datangi Polres Kediri Kota Tanya Perkembangan Kasus Dugaan Pemalsuan Surat