Terharu, Seorang Perempuan Lahirkan Dua Puteri Kembar Di Atas Perahu Kayu

Terharu, Seorang Perempuan Lahirkan Dua Puteri Kembar Di Atas Perahu Kayu
Dua puteri kembar Ibu Halimah yang dilahirkan di atas Perahu Layar

Terharu, Seorang Perempuan Lahirkan Dua Puteri Kembar Di Atas Perahu Kayu

SUMENEP - Dibawah awan mendung dan gemuruh ombak tepatnya di pelabuhan Terebung Desa Tarebung Kecamatan Gayam, Nahkoda perahu memanggil semua penumpang untuk segera naik ke atas perahu. Tak seperti biasanya, awak perahu motor yang biasanya melepas landas parahunya pada jam 08.00 Wib. Kini Tepat pada pukul 07.55 Perahu sudah diberangkatkan. 

Pasalnya, didalam perahu tersebut ada  penumpang perempuan hamil yang sedang dikawal bidan, sebab penumpang tersebut mau melahirkan dan  dirujuk ke  Rumah Sakit Sumenep. Selasa, (03/11/2020) 

Awak perahu berkata untuk mengejar waktu agar sibayi bisa lahir di rumah sakit Sumenep, namun takdir berkata lain, nahasnya tepat pada jam 09:20 Seorang Ibu atas nama Halimah (21) warga Dusun Sekarputih Kecamatan Nonggunung Pulau Sapudi itu, lahir di atas perahu setelah menaiki perahu dengan durasi waktu 1 jam 30 menit dari pelabuhan.

Sebelumnya, kata Irvan, suami dari Halimah itu mengatakan bahwa istrinya waktu subuh sudah sakit perut dan memang ada niat untuk mau di operasi. 

"Tadi subuh sakit perut, dan saya langsung menyiapkan untuk dibawa ke Sumenep untuk operasi" katanya saat ditanya di atas perahu.

Sebelumnya, Aqidah (54) orang tua dari Halimah mengatakan bahwa keluarganya sudah mengetahui jikalau putrinya akan mempunyai dua cucu kembar, karena menurutnya keluarganya sudah melakukan USG di Jakarta,  

"Anak saya kan merantau ke jakarta, waktu di perantauan dia melakukan USG, ternyata diketahui kembar, namun saya belum begitu percaya, karena tidak pernah meiliki silsilah kelaurga kembar, "ungkapnya di perahu.

Selama perjalan dari rumah menuju sumenep halimah tetap dalam pengawasan Bidan Rindi, dengan alat seadanya dan infus, akhirnya Bidan Rindi bisa membantu proses persalinan di atas perahu, hingga saat ini sedang dalam menunggu penjemputan mobil ambulance dari rumah sakit Sumenep.

Setelah ambulance sampai pada titik penjemputan, tepatnya di Pelabuhan Dungkek, Bidan Rindi mengecek kembali kondisi pasien. Menurutnya pasien sudah dinyatakan membaik, sehingga tidak perlu dirujuk kerumah sakit Sumenep. 

Rindi juga mengatakan  bahwa pasien akan dibawa  pulang kembali ke Pulau Sapudi dengan menggunakan perahu motor yang tadi dinaikinya. 

" Ini sudah akan dibawa pulang, karena Alhamdulillah kondisi bayi dan ibunya sehat-sehat saja, "pungkasnya. (Yani/Qq) 

Sumenep Sapudi Perahu Lahiran
Hasan

Hasan

Mungkinkah Desa Pancor Krisis Kader Pemimpin? Previous Article

Mungkinkah Desa Pancor Krisis Kader Pemimpin?

Honor Tidak Cair, Perangkat Desa Pancor Geruduk Kecamatan Next Article

Honor Tidak Cair, Perangkat Desa Pancor Geruduk Kecamatan

Related Posts